bakuL iLmu

Blog EntryTanda Kematian ?Nov 10, '08 5:17 AM
for everyone

saya bukan pengikut kejawen, ato pengikut ajaran Islam yang nggak jelas. tapi ingatan di kala kecil terkadang cukup membekas di benak Bakul hingga saat ini. apa contohnya? tanda-tanda kematian misalnya. tentang satu hal ini, Bakul punya banyak catatan yang membekas dalam ingatan. seperti.....orang mati yang disholati, diziarahi lalu dihantarkan oleh lebih dari empat puluh orang, katanya, itu adalah tanda-tanda ia orang baik, dan surga adalah tujuan akhir kematiannya.benarkah? tak penting rasanya. surga dan neraka adalah urusan Tuhan, dan baik buruk perilaku seseorang terkadang cukup dapat kita lihat dalam kisah hidupnya sehari-hari, hal itu melekat dalam ingatan orang banyak, ya kebaikan sama halnya dengan keburukan, selalu terkenang dalam ingatan manusia, dan sifat di tengah-tengahnya, mungkin mudah dilupakan oleh manusia.tak membekas......

Saya ingat, ada satu kawan saya dahulu, Endai. almarhum adalah teman, boleh dibilang senior Bakul dahulu di kampus. ia mati muda. selama Bakul mengenangnya adalah Endai seorang aktivis, teman baik bagi teman-teman yang mengelilinginya, setia kawan. soal religiusitas? tak taulah saya. apakah ia sholat, rajin mengaji atau bagaimana saya tak mengetehaui dengan pasti. sedang yang pasti bagi saya adalah almarhum, sama dengan Bakul, kurang sepaham bahkan bisa dibilang anti dengan sepak terjang Islam Fundamental di kampus. dan yang pasti bagi saya, adalah teman-temannya adalah komunitas aktivis yang akrab dengan unjuk ciu, mabok bareng, ngisep dodol Aceh, nenggak bir menguji kejujuran.......almarhum akrab dengan komunitas sermacam itu.....lalu suatu saat Bakul mendengar Endai sakit, terbaring dengan sakit yang lumayan gawat dan akhirnya merenggut nyawanya. dan ia, sekali lagi, mati muda. konon ceritanya, menjelang menemui ajalnya almarhum mulai sholat. seoramg teman sejawat, Dewi, bercerita kepada saya, jika almarhum pernah meminta kepadanya jam beker untuk diletakkan di kamar inap di RS, untuk mengetahui waktu sholat, pinta Endai kepadanya. dan ketika ia mati.......banyak orang, banyak orang, dengan tulus kehilangan, yang kenal baik dan tak kenal baik sekalipun pada datang, ta'ziah kepada jenazah, mengantarkan almarhum hingga liang kubur, dan banyak tetamu yang hadir itu turut mensholati Endai.......bahkan mereka adalah orang-orang sekuler yang abai terhadap ibadah sholat, tapi untuk mendo'akan Endai, mereka rela mengambil air wudhu' yang mungkin lama tak disentuhnya, mereka rela berdiri sholat yang mungkin lama tak mereka dirikan....indah sekali. saya sempat tertegun, dan berujar dalam hati, Oh Tuhan, mulia sekali engkau, telah memuliakan Endai di akhir hayatnya, dengan hantaran orang-orang yang merasa kehilangan.......Endai masuk surga?

lalu, malam kemarin. trio bomber Bali I telah dieksekusi (9 November dinihari). Amrozi-Imam Samudra-Ali Ghufron telah menemui ajalnya. dan semua stasiun meliput detik demi detik kepergian tiga orang itu. sampai-sampai porsi peringatan hari Pahlawan pun kalah dengan berita kematian mereka. kembali, Bakul melihat iring2an massa yang menunggu ketiga jenazah di tempat masing-masing. pekik takbir terdengar di mana-mana, gegap gempita menyongsong ketiganya. mereka meyakini bahwa mati mereka adalah mati syahid, yakin bahwa mereka adalah tiga syuhada' yang mati dalam jalan jihad........ iring-iringan orang begitu banyak (tentunya bercampur dengan penonton, wartawan media, dan polisi pengaman)....mereka berarak, mensholati lalu menghantarkan jenazahnya ke liang kubur. Bakul bergumam, pemandangan itu telah memenuhi syarat sebagai tanda-tanda orang baik, tanda-tanda masuk surga? demikian kah? setelah apa yang mereka perbuat kepada korban-korban bomnya?benarkah? apakah tanda-tanda yang Bakul pahami itu, terpatri dalam benak Bakul, seakurat sebagaimana mustinya?benarkah?benarkah? ya Tuhan apakah aku salah menilai? mungkin hanya engkau yang berhak memberi tanda-tanda dan hanya engkau pula yang berhak menilai tanda-tanda itu? apapun, melalui tulisan ini saya hendak berkirim alfatihah untuk mereka, juga untuk teman saya Endai, almarhum.       


Add a Comment
   
© 2010 Multiply   About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Translate · API · Contact · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.